Jasa Artikel SEO Murah Terbaik - Hanya Di Sini Kamu Bisa Temukan

Kata Ajaib Ini Ternyata Bisa Meningkatkan Penjualan


Baru-baru ini, terungkap melalui studi perilaku ekonomi, psikologi, dan neuroekonomi bahwa untuk meningkatkan penjualan, hanya butuh empat kata ajaib. Empat kata ajaib ini dianggap sebagai senjata rahasia untuk memikat konsumen. Empat kata ajaib ini sangat kuat pengaruhnya terhadap insting dasar dan alam bawah sadar konsumen, sehingga peluang seorang penjual menjual produknya lebih tinggi.

Dalam dunia marketing copywriting, empat kata ajaib ini harus terus digaungkan dan dituliskan untuk memenangkan perhatian konsumen. Berikut ini penjelasannya:

1. Anda
Kata “Anda” sangat kuat dan menimbulkan kesan intim. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan kata sapaan seperti Bapak, Ibu, Mbak, Mas dan yang sejenis bisa juga menggantikan kata Anda jika dianggap terlalu formal. Bagi kebanyakan marketing copywriting, kata Anda lebih kuat pengaruhnya daripada kata-kata lainnya seperti “uang” atau “sex”. Konsumen akan merasa bahwa penjual sedang bertutur langsung kepada mereka.

Diakui atau tidak, sebagian besar orang cenderung egosentris. Ketika membaca deskripsi produk atau iklan yang langsung menuju pada personal dan fokus kepada konsumen, alam bawah sadar langsung bekerja mengatakan itulah produk yang diinginkan. Retailer yang menggunakan kata sapaan dalam deskripsi produknya, berpotensi memenangkan penawaran yang dibuatnya.

Sebuah produk yang dekat dengan konsumen akan dianggap sebagai solusi kebutuhan. Maka, tampilkan kesan itu dengan terus menerus mengulang kata Anda pada penjelasan produk dan tampilkan kesan solutif. Berikan kesan bahwa itulah produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Tidak lupa juga bahwa kata sapaan memberi kesan produk akan membuat hidup konsumen lebih mudah.

Koneksi dengan pelanggan melalui kata-kata pada penjelasan produk bisa meningkatkan penjualan. Peluang produk yang dekat dengan konsumen untuk dibeli lebih besar daripada produk yang hanya berisi penjabaran tentang produk. Tanpa diiringi dengan kata sapaan, produk tidak akan bercerita bagaimana ia dapat menyelesaikan masalah konsumen.

2. Baru
Ketika deskripsi produk atau penawaran sebuah produk memunculkan kata “baru”, alam bawah sadar konsumen bekerja dan mengatakan mereka mau produk itu. Menurut beberapa studi tentang perilaku psikologis seseorang, alam bawah sadar bereaksi pada semua hal tentang produk baru, solusi baru, dan petualangan mencoba sesuatu yang baru memancing konsumen kepada semua hal yang “baru”.

Contohnya adalah ketika sebuah produk smartphone meluncurkan jenis atau varian baru, kata “baru” berulang kali disebutkan. Seperti misalnya tampilan baru, keluaran terbaru, sistem terbaru, dan segala hal yang berbau “baru”. Acara peluncuran produk smartphone akan dihadiri orang-orang yang haus akan hal-hal yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Begitu pula dengan konsumen yang membaca iklan atau deskripsi produk baru, mereka cenderung menerima pembaruan itu dengan positif. Sebagai penjual atau retailer, usahakan untuk selalu menampilkan kata-kata baru, terbaru, atau teranyar pada press release, blog, atau social media. Pancing rasa ingin tahu konsumen dengan tujuan meningkatkan penjualan.

Pada dasarnya, orang menginginkan pembaruan pada segala hal dan menyukai segala hal yang serba baru. Jadi, walaupun produk sebenarnya tidak benar-benar baru, tapi kata “baru” bisa dituliskan ketika ada pembaruan pada packaging, bahan tambahan, improvement dan lain sebagainya. Intinya, penambahan apapun akan menimbulkan kesan baru.

3. Gratis
Kata “gratis” selalu bisa memancing konsumen untuk datang atau minimal mencari tahu seberapa gratis produk yang ditawarkan. Perasaan seseorang ketika melihat kata “gratis” adalah seperti ketika dihadapkan pada hamparan buffet atau all you can eat menu. Walaupun sudah kenyang, namun masih ada perasaan untuk terus makan karena mereka merasa masih butuh makan.

Begitulah cara kerja kata “gratis” yang ajaib dalam menggaet minat pembeli membeli sebuah produk. Amazon mencobanya di tahun 1999 dengan menawarkan free shipping untuk pembelian sejumlah $99 atau lebih. Mereka terus bereksperimen dalam teknik copywriting mereka dengan mengutak-atik segala hal tentang keinginan konsumen pada sesuatu yang gratis.

Konsumen sadar bahwa sebenarnya mereka tidak perlu belanja senilai $99, tapi demi gratis ongkir, maka itu tetap mereka lakukan. Pendiri Sparring Mind, Gregory Ciotti, mengatakan bahwa kata “gratis” cenderung mengungkapkan keengganan seseorang akan kehilangan. Sedangkan dalam ekonomi, keengganan untuk kehilangan berarti orang memilih untuk tidak mengeluarkan uang daripada mendapatkan sesuatu yang mungkin nilainya lebih baik.

Contoh sederhananya seperti ini, ketika ada promo beli sabun dapat piring, orang akan cenderung membeli produk yang ini. Walaupun, produk sabun yang tidak memberikan gratis piring kualitasnya lebih baik dan lebih murah. Maka, perilaku semacam inilah yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh para retailer dalam memasarkan produknya.

Tampilkan dalam blog atau iklan ecommerce bahwa ketika mencapai minimum pembelian akan ada free ongkos kirim. Orang akan berusaha memenuhi angka minimal itu walaupun sebenarnya mereka tidak membutuhkan produk senilai angka minimal tadi. Begitu kuatnya kata “gratis” dalam keputusan pembelian pelanggan.

4. Garansi
Kata ajaib selanjutnya adalah “garansi”. Kata ini sangat efektif memainkan alam bawah sadar konsumen yang cenderung ingin sebuah rasa aman atau proteksi. Tidak heran jika salesman mobil, smartphone, laptop atau bahkan juga fashion sering menggunakan garansi pada setiap promonya. Sudah selayaknya merchant-merchant ecommerce juga menuliskan kata “garansi” pada penawaran produknya.

Sifat dasar manusia selalu ingin segalanya serba aman, terlindungi dan jauh dari resiko. Inilah yang harus dipahami oleh pada retailer ketika menawarkan produknya. Terus ulang kata “garansi” agar alam bawah sadar konsumen bekerja dan mengirimkan pesan ke otak bahwa produk yang ditawarkan aman, menjanjikan kepuasan, dan ada jaminan jika produk tidak sesuai ekspektasi.

Sebagai contoh, pada produk fashion, ada garansi barang bisa dikembalikan setelah diterima jika ada cacat atau ukuran tidak sesuai, namun dengan syarat berapa hari maksimal pengembalian itu dilakukan. Atau, jika pembelian secara konvensional di toko, harus dengan menyertakan struk pembelian. Pada penjualan online, tuliskan semua hal tentang garansi ini dengan jelas.

Contoh lainnya adalah pada produk gadget atau smartphone. Kata garansi ini akan sering diulang-ulang oleh retailer karena pembeli smartphone pasti meminta perlindungan. Jika ditengah jalan smartphone mengalami kerusakan, hilangnya data, software tidak berfungsi, dan masalah-masalah lainnya. Perusahaan produsen smartphone memberikan garansi yang jelas di awal, tentunya dengan batas waktu.

Itulah tadi empat kata ajaib yang bisa dijadikan senjata rahasia dalam meningkatkan penjualan. Bermain-mainlah dengan alam bawah sadar dan kebutuhan dasar manusia. Keempat kata yang tadi diulas mencerminkan kebutuhan manusia akan sebuah produk. Seorang retailer harus pandai mengolah empat kata di atas dalam penjelasan produknya.

Sebuah blog, press release atau iklan ecommerce seyogyanya mencantumkan empat kata tadi jika ingin memenangkan minat konsumen. Bangun kedekatan dengan konsumen, kemudian jelaskan bahwa produk baru, ada manfaat tambahan cuma-cuma, dan terakhir ada jaminan setelah pembelian. Begitu semua ini dituliskan, konsumen tidak akan ragu membeli produk yang ditawarkan.



Writer : Nadia

RAHASIA...!!! Membuat Persusive Copywriting Untuk Meningkatkan Penjualan Produk



Sebagai bagian dari konsep pemasaran, copywriting memegang peranan penting. Apalagi di era digital seperti sekarang di mana produk banyak dipasarkan secara online melalui website, ecommerce, blog, dan social media. Kemampuan copywriting sangat berpengaruh pada penjualan sebuah produk. Tentu saja ini merupakan tantangan bagi pelaku bisnis di era digital ini.

Rata-rata, orang akan mengabaikan sekitar 45% headline blog yang mereka baca. Alasannya sederhana, karena tidak menarik minat baca mereka. Dari headline saja sudah bisa menentukan berapa banyak orang yang akan mendapat informasi tentang sebuah produk. Berikut ini akan diulas peranan copywriting dalam meningkatkan penjualan dan bagaimana membuat copy yang baik.

Nilai Sebuah Copywriting

Bagi yang masih awam tentang copywriting, maka bisa diartikan sebagai kemampuan seseorang menulis tentang sesuatu untuk tujuan penjualan. Jadi jelas bahwa sebuah ulasan produk harus berujung pada penjualan dari produk tersebut. Maka, penulisan harus kreatif, persuasif, dan atraktif. Kata demi kata yang dirangkai harus bisa memancing minat baca calon pembeli.

Bisnis di era digital sangat bergantung pada konten. Baik itu konten di media sosial, blog, atau website perusahaan. Sebuah konten yang diminati calon pelanggan adalah yang mengulas masalah konsumen, kelebihan produk, solusi yang ditawarkan produk serta bukti nyata bahwa produk memang seperti apa yang dibicarakan. Setidaknya inilah hal-hal yang harus diulas oleh seorang copywriter.

Jadi, nilai sebuah copy bisa tinggi jika terbukti meningkatkan penjualan. Atau jika terbukti bisa menarik minat orang yang tadinya sama sekali tidak tahu mengenai produk untuk mengenal lebih jauh dan akhirnya membeli. Maka dari itu, kreativitas dalam merangkai kata dalam copywriting sangat dibutuhkan.

Cara Membuat Persuasive Copy

Persuasive copy adalah tulisan yang bisa mendongkrak penjualan karena berhasil mendorong seseorang membeli sesuatu. Berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba untuk bisa menghasilkan persuasive copy:

1. Tentukan Segmentasi Pembaca

Sebelum tenggelam dalam riset mengenai artikel yang akan ditulis lebih baik susun dulu parameter yang dibutuhkan. Di awal, tentukan konsumen jenis mana yang akan diberi artikel tentang produk. Cari tahu siapa konsumen dari produk yang akan diulas. Dengan mengetahui jenis konsumen, maka diketahui pula seperti apa kebutuhan konsumen dimaksud.

Segmen konsumen yang ada di pasar umumnya adalah konsumen baru, konsumen setia, konsumen yang enggan, dan konsumen pasif. Konsumen baru adalah mereka yang cenderung memiliki keraguan akan sebuah produk dan membandingkan dengan produk lain. Maka, artikel harus menggiring mereka untuk memilih produk yang sedang diulas dari produk lain yang sejenis.

Sedangkan pada konsumen setia, seorang copywriter harus bisa memetakan seperti apa produk yang sesuai dengan riwayat pembelian mereka. Cari tahu juga rentang waktu pembelian yang dilakukan oleh konsumen setia ini. Kemudian pada konsumen pasif, cari tahu mengapa mereka berhenti membeli dan berapa banyak total pembelian terakhir mereka. Maka, artikel harus memancing mereka untuk membeli lagi.

Pada konsumen yang enggan, di mana mereka merasa tidak perlu lagi membeli barang baru, maka artikel harus bisa menangkal keengganan mereka. Jika bisa, artikel harus menghilangkan segala hal yang membatasi mereka dari membeli produk. Misalnya, rasa khawatir jika produk tidak memuaskan. Dengan mengenali segmentasi konsumen ini, akan lebih mudah bagi copywriter untuk menyusun artikel.

2. Lakukan Riset Kualitatif

Riset kualitatif sangat penting dalam membuat copy. Menurut Joel Klette dalam Business Casual Copywriting and Case Study Buddy menjelaskan betapa riset kualitatif bisa menentukan jawaban bahkan sebelum menguji pertanyaan-pertanyaan yang ada. Beberapa elemen penting dalam melakukan riset kualitatif adalah wawancara internal, survey, wawancara konsumen, serta testimony dan peninjauan kembali.

Wawancara internal berarti melakukan tanya jawab dengan pihak-pihak internal perusahaan yang terlibat dengan penjualan produk dan konsumen. Hal ini bisa membantu memberi pemahaman mengenai apa yang berjalan dengan baik dan yang tidak. Survey bisa dilakukan setelah pertanyaan-pertanyaan disusun dengan didasarkan pada variabel-variabel penentu. Disarankan menggunakan model yes/no atau setuju/tidak setuju agar survey lebih simple.

Sementara itu, wawancara dengan konsumen bertujuan untuk mengkonfirmasi hasil survey. Pada perusahaan kecil, wawancara konsumen bisa berjalan dengan efektif. Namun pada perusahaan besar, dibutuhkan waktu yang lebih banyak untuk bisa menjangkau semua konsumen yang bisa diwawancara. Selektiflah dalam memilih siapa yang akan diwawancara dan siapkan pertanyaan dengan baik dan cermat.

Testimoni bisa didapatkan dari pihak ketiga. Misalnya, sebuah produk yang dijual di ecommerce biasanya memiliki kolom komentar, lihatlah bagaimana respon pembeli di situ. Selain itu, carilah di mesin pencari review dari konsumen mengenai produk yang sudah terjual. Review ini bisa dilihat dari sosial media atau blog. Testimoni ini mirip feedback dari konsumen mengenai produk yang nantinya diulas.

3. Lakukan Identifikasi

Setelah memperoleh banyak data dari survey yang dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan identifikasi. Tahapan ini bisa membuat mata lelah karena banyaknya data yang harus diolah dalam satu artikel. Pertama-tama, petakan kata atau frasa yang unik dan selalu muncul kemudian catat semua poin yang sering muncul atau berulang.

Identifikasi juga berguna untuk memahami bahasa yang digunakan oleh audiens. Mengapa mereka mengatakan tentang sesuatu hal. Hal ini akan sangat membantu membuat artikel yang seolah-olah berbicara dalam bahasa konsumen. Namun, perlu kehati-hatian agar tidak malah memasukkan asumsi pribadi ke dalam artikel.

Semua yang ditulis dalam copy haruslah berdasarkan dari hasil riset. Transformasi dari perkataan konsumen ke dalam artikel tidak boleh menyimpang walaupun artikel akan menonjolkan sisi persuasifnya. Buatlah spreadsheet yang memuat kelompok segmen dan poin apa yang mereka katakan tentang produk. Ini akan membantu dalam hal membuat identifikasi.

4. Tentukan Tingkatan Pesan

Tingkatan pesan atau messaging hierarchy adalah menentukan mana informasi yang paling penting ditampilkan berdasarkan data yang diperoleh. Dalam sebuah artikel, ada poin-poin penting yang disusun berdasarkan prioritas. Tampilkan yang paling tinggi prioritasnya di awal dan sisanya sebagai pendukung poin terpenting tadi. Semakin solutif atau semakin tinggi benefit dari sebuah poin pembahasan, maka itulah yang harus ditampilkan lebih dulu.

Jangan sampai pembaca tidak menyelesaikan bacaannya padahal poin pentingnya belum tersampaikan. Maka, penting untuk menampilkan poin penting ini sejak di headline atau judul. Seperti telah diungkapkan di atas bahwa rata-rata orang meninggalkan bacaanya sebelum bacaan itu habis. Mereka tidak peduli dengan sisa informasi karena dianggap tidak solutif sejak awal.

Peningkatan penjualan berkat teknik persuasive copywriting sangat marak saat ini. Maka, seseorang dengan kemampuan ini banyak dicari perusahaan-perusahaan baik besar maupun kecil. Semua produk hampir dipastikan memerlukan persuasive copywriting ini jika ingin konsumen tahu dan membeli produk tadi. Keahlian membuat copy seperti ini hanya dimiliki oleh mereka yang kreatif dan mampu melihat sesuatu dari banyak perspektif.



Writer: Nadia

Modal Usaha Angkringan & Perkiraan Penghasilan



Membuka usaha di bidang kuliner memang sangatlah menjanjikan, terutama usaha angkringan. Angkringan sendiri merupakan warung kecil yang biasanya didirikan di dekat pemukiman warga atau pinggir jalan. Bisnis ini kian diminati karena berpeluang menghasilkan keuntungan besar. Selain itu, modal usaha angkringan ini tergolong kecil sehingga cocok bagi pemula yang ingin membuka usaha.

Saat ini warung makan dengan tema angkringan pun semakin populer di masyarakat. Tempat makan tersebut menyajikan berbagai makanan lezat dengan harga yang terjangkau. Lalu, angkringan juga menyediakan tempat untuk berkumpul atau bersantai bersama kerabat atau teman.

Tidak mengherankan jika warung tersebut banyak ditemui di sekitar daerah kampus, perumahan, perkampungan, hingga perkantoran. Nah, berikut ini informasi mengenai modal usaha angkringan dan tips untuk mengembangkan usaha tersebut.

Menu Makanan dan Minuman Angkringan

Pemilihan menu dalam usaha kuliner dapat menentukan daya tarik konsumen, dan biaya operasional per harinya. Ada baiknya jika menu tersebut disesuaikan dengan modal usaha angkringan, agar tidak menjadi beban di kemudian hari.

Tentukan daftar menu makanan yang akan disajikan dalam angkringan, seperti nasi kucing, nasi goreng, nasi telur, nasi tempe kering, nasi teri, nasi usus, nasi ati, tiwul, dan lain sebagainya. Sajikan pula menu pendamping, misalnya, bakwan, tahu isi, tape goreng, pisang goreng, mendoan, sate telur, sate usus, serta kerupuk.

Selain makanan tersebut, sediakan juga minuman seperti susu jahe, kopi, es susu, es jeruk, teh, dan lain-lain. Menu yang lengkap ,enak dan lezat pastinya akan banyak digemari. Pastikan pula harganya sesuai dengan kualitas bahan-bahan yang digunakan. Agar konsumen tidak merasa harga terlalu mahal untuk sebuah angkringan.

Rincian Modal Usaha Untuk Memulai Bisnis Angkringan

Mengetahui rincian biaya menjadi hal yang perlu dilakukan ketika ingin membuka bisnis. Perhitungan dilakukan agar seseorang bisa memperhitungkan keuntungan yang diperoleh setiap bulannya. Berikut rincian modal usaha angkringan yang harus diketahui, antara lain:

1. Membeli Peralatan dan Perlengkapan

Setiap usaha pastinya membutuhkan dana untuk biaya investasi ketika baru memulainya. Untuk menghitungnya seseorang memerlukan daftar barang apa saja yang diperlukan ketika berjualan nanti.

Apabila membutuhkan modal usaha angkringan yang lebih, pemilik pun bisa mencari investor atau donatur yang bersedia membantu keuangan. Caranya dengan membuat proposal usaha dengan detail prospek bisnisnya di masa depan.

Modal investasi ini dapat berupa alat-alat dan perlengkapan yang digunakan untuk berjualan, seperti:


  • 2 lusin gelas (Rp40.000,-)
  • 2 lusin sendok (Rp30.000,-)
  • Termos es (Rp40.000,-)
  • 6 buah garpu (Rp10.000,-)
  • 2 buah teko plastik berukuran besar (Rp20.000,-)
  • 4 buah nampan (Rp18.000,-)
  • Tempat nasi (Rp20.000,-)
  • Tempat sendok (Rp5.000,-)
  • 2 buah ember sedang (Rp20.000,-)
  • 3 buah tempat sampah plastik (Rp15.000,-)


Selain itu, untuk perlengkapan seperti tikar, gerobak angkringan, kursi, terpal, dan meja akan membutuhkan biaya Rp1.400.000,-. Jadi, estimasi dana yang diperlukan untuk investasi perlengkapan ini sebesar Rp1.618.000,-. Biaya peralatan dan perlengkapan ini cukup terjangkau dibandingkan dengan jenis usaha lainnya. Oleh karena itu, usaha angkringan menjadi alternatif tepat bagi yang memiliki modal minim.

2. Belanja Bahan Baku

Anggaran untuk membeli bahan baku biasanya tergantung menu yang disajikan di angkringan. Jika menu yang dijual banyak maka biayanya juga akan menyesuaikan. Bahan baku yang dibutuhkan misalnya beras, kecap, cabai merah, tempe, tahu, bawang putih, bawang merah. Lalu gula, tepung terigu, telur, susu kaleng, es batu, kopi dan teh.

Rincian modal usaha angkringan untuk bahan baku yaitu:


  • Beras 3 kg Rp27.000,-
  • 7 buah kecap Rp3000,-
  • Gula 2 kg Rp23.000,-
  • 3 kaleng susu Rp26.000,-,
  • Teh Rp 8000,-
  • Bawang putih dan merah ¼ kg Rp10.000,-
  • Cabai merah Rp 8000,-

Bahan lainnya seperti kopi 1 kg Rp15.000,-, tepung terigu Rp 8000,-, tempe Rp17.000,-, tahu Rp11.000,-, es batu Rp 3000,-, dan telur 1,5 kg Rp 9000,-. Biaya total untuk belanja bahan baku per hari menghabiskan sekitar Rp140.500,-.

3. Biaya Sewa Tempat

Jika tidak memiliki tempat sendiri untuk memulai bisnis, menyewa tempat menjadi solusinya. Mencari lokasi yang tepat dan strategis memang sedikit susah terutama di daerah perkotaan. Harga sewa pun bisa jauh lebih mahal dari perkiraan budget yang disiapkan. Sebaiknya lakukan survey terlebih dahulu untuk memastikan tempat tersebut layak untuk dijadikan angkringan atau tidak.

Setelah menemukan tempat yang cocok, jangan lupa untuk menanyakan berapa biaya sewanya. Untuk biaya sewa sendiri ada yang pembayarannya pertahun atau perbulan dan bahkan ada yang perhari.

Pastikan tempat yang disewa letaknya cukup strategis dan harganya pun murah. Biasanya harga sewa tempat memakan biaya sekitar Rp500.000,- per bulan atau kurang lebih Rp5.000.000,- hingga Rp6.000.000,- per tahun. Modal usaha angkringan ini bisa di sesuaikan dengan budget yang ada jadi tidak akan memotong pengeluaran lebih banyak lagi.

4. Biaya Promosi

Tidak hanya memikirkan modal usaha meliputi bahan baku, peralatan dan juga sewa tempat saja. Semua usaha membutuhkan media promosi agar dikenal oleh banyak orang. Misalnya saja dengan memasang banner berukuran cukup besar di depan tempat usaha, yaitu dengan kisaran biaya Rp300.000,-. Tentunya diharapkan dengan adanya banner yang terpasang memudahkan orang-orang yang akan mengunjungi angkringan satu ini.

5. Biaya Operasional Setiap Hari

Setelah mengetahui biaya investasi, ada baiknya juga perlu mengetahui biaya operasional yang dibutuhkan sehari-hari. Menu-menu dalam angkringan akan sangat menentukan modal operasional ini. Dengan begitu, belanja kebutuhan setiap hari bisa dikelola dengan baik.

Biaya ini mungkin saja lebih mahal dibandingkan biaya investasi. Namun, jika usaha lancar dan hasil penjualan meningkat maka modal pun akan kembali dengan cepat.

Pemilik dapat menjumlahkan biaya bahan baku per hari (Rp140.000,-) dengan kebutuhan lainnya seperti tabung gas 3 kg Rp17.000,-, air galon isi ulang Rp.10.000, hingga biaya air dan listrik Rp17.000,-. Jadi, biaya operasional untuk sehari-hari kurang lebih Rp184.500,-, sedangkan biaya per bulan bisa mencapai Rp6.360.000,-.

Jadi apabila dihitung, maka estimasi total biaya dan modal usaha untuk memulai bisnis ini yaitu sekitar Rp8.778.000,-. Tentunya untuk memperkecil jumlah modal bisa disiasati dengan tidak menyewa tempat dan memanfaatkan halaman rumah yang ada. Namun pastikan bahwa rumah berada di tempat yang strategis dan juga memiliki lahan yang luas. Sehingga pengunjung angkringan akan merasa betah dan nyaman.

Keuntungan Usaha Angkringan

Jika sudah mengetahui dana operasional per hari, maka saatnya untuk menghitung jumlah omset yang didapat selama sebulan penjualan. Perhitungan dilakukan dengan mengalikan harga makanan atau minuman yang terjual selama sebulan.

Anggaplah terdapat 100 pembeli dalam satu hari yang membeli makanan dengan harga Rp1.500,-, maka tinggal dikalikan 30 hari yang hasilnya Rp4.500.000,-.

Kemudian untuk menghitung keuntungan dari minuman yang terjual pun hampir sama. Caranya hitung jumlah konsumen per hari (100 orang) lalu dikalikan dengan harga minuman (Rp 2000,-) dan 30 hari, maka hasil yang didapat yaitu Rp 6000.000,-. Jadi, keuntungan per bulan yang didapat dari usaha ini sekitar Rp10.500.000,-. Sangat menguntungkan bukan?

Hasil dari omset per bulan memang cukup besar dan menjanjikan. Namun, omset tersebut termasuk laba kotor yang akan dikurangi untuk keperluan lainnya. Untuk mengetahui laba bersih yang didapat yaitu dengan mengurangi omset per bulan dengan modal usaha angkringan untuk operasional.

Misalnya omset yang didapat Rp10.500.000,- per bulan kemudian dikurangi total biaya operasional setiap bulannya yaitu Rp6.360.000,-. Pemilik usaha akan mengantongi Rp4.140.000,- setiap bulan sebagai keuntungan bersih dari bisnis angkringan tersebut. Dijamin dengan konsistensi dan juga kerja keras, maka modal usaha dari angkringan ini akan cepat kembali dan menghasilkan keuntungan yang sangat menjanjikan.

Itulah beberapa informasi lengkap mengenai rincian modal usaha angkringan yang wajib diketahui. Bisnis ini dapat menjadi pilihan tepat bagi pemula. Yang sedang ingin mencoba merintis usaha sendiri, karena rincian modal yang tidak terlalu besar. Maka dari itu pastikan memiliki perencanaan bisnis dan perhitungan modal yang baik supaya mendapatkan keuntungan yang sebanding pula.